Jumat, 07 Januari 2011
Dawning of The New Time
A whole year has passed
A year of long run and full of sigh
A year where the complains rape my happiness
A year of desperation
A year where negativity chokes my mind
A year where the love tossed me to the forest floor
A year where I can't see the beauty of a rainbow...yes, even it right before my eyes.
A year where hesitation, anger, disappointment blind my sight
A year where I was not the same like the last year
A year where the complains rape my happiness
A year of desperation
A year where negativity chokes my mind
A year where the love tossed me to the forest floor
A year where I can't see the beauty of a rainbow...yes, even it right before my eyes.
A year where hesitation, anger, disappointment blind my sight
A year where I was not the same like the last year
Yet Another year has dawning
A year to move on
A year to celebrate happiness
A year that awaits me with her open hands
A year that remind me to live positively
A year that I should smile thousand times than before
A year that told me not to be afraid when facing the challenge
A year that I should leave the harbor and sail into the sea
A year that I should start every new day with hope
Last year does give me a great lesson
Negativity leads to negativity. Live Positively
Complains doesn't gives you anything. Quit complaining!
Frown only darkens your day. Smile!
Day Dreaming is hurts when not followed by action. Dream and Act!
Worry only add fears to your life. Stop worrying!
(Matthew 6: 25 -27)
A year to celebrate happiness
A year that awaits me with her open hands
A year that remind me to live positively
A year that I should smile thousand times than before
A year that told me not to be afraid when facing the challenge
A year that I should leave the harbor and sail into the sea
A year that I should start every new day with hope
Last year does give me a great lesson
Negativity leads to negativity. Live Positively
Complains doesn't gives you anything. Quit complaining!
Frown only darkens your day. Smile!
Day Dreaming is hurts when not followed by action. Dream and Act!
Worry only add fears to your life. Stop worrying!
“Therefore I tell you, do not worry about your life, what you will eat or drink; or about your body, what you will wear. Is not life more than food, and the body more than clothes? Look at the birds of the air; they do not sow or reap or store away in barns, and yet your heavenly Father feeds them. Are you not much more valuable than they? Can any one of you by worrying add a single hour to your life"
(Matthew 6: 25 -27)
Miracle!
Just livin’ in the miracle, candles are my vehicle
Eight nights, gonna shine invincible
No longer be divisible, born through the struggle
Keep on moving through all this hustle
Head up, heads down through all of the bustle
New York City wanna flex your muscle
Look so down, look so puzzled
Huddle ‘round your fire through all the rubble
Bound to stumble and fall but my strength comes not from man at all
Bound to stumble and fall but my strength comes not from man at all
Do you believe in miracles
Am I hearing you? Am I seeing you?
Eight nights eight lights and these rites keep me right
Bless me to the highest heights with your miracle
Against all odds drive on till tomorrow
Wipe away your tears and your sorrow
Sunrise in the sky like an arrow
No need to worry, no need to cry
Light up your mind no longer be blind
Him who searches will find
Leave your problems behind you will shine like a fire in the sky
what's the reason we’re alive – the reason we’re alive…
Bound to stumble and fall but my strength comes not from man at all
Bound to stumble and fall but my strength comes not from man at all
Do you believe in miracles
Am I hearing you? Am I seeing you?
Eight nights eight lights and these rites keep me right
Bless me to the highest heights with your miracle
Eight nights, gonna shine invincible
No longer be divisible, born through the struggle
Keep on moving through all this hustle
Head up, heads down through all of the bustle
New York City wanna flex your muscle
Look so down, look so puzzled
Huddle ‘round your fire through all the rubble
Bound to stumble and fall but my strength comes not from man at all
Bound to stumble and fall but my strength comes not from man at all
Do you believe in miracles
Am I hearing you? Am I seeing you?
Eight nights eight lights and these rites keep me right
Bless me to the highest heights with your miracle
Against all odds drive on till tomorrow
Wipe away your tears and your sorrow
Sunrise in the sky like an arrow
No need to worry, no need to cry
Light up your mind no longer be blind
Him who searches will find
Leave your problems behind you will shine like a fire in the sky
what's the reason we’re alive – the reason we’re alive…
Bound to stumble and fall but my strength comes not from man at all
Bound to stumble and fall but my strength comes not from man at all
Do you believe in miracles
Am I hearing you? Am I seeing you?
Eight nights eight lights and these rites keep me right
Bless me to the highest heights with your miracle
(Miracle Lyric by Matisyahu)
Great Song, Great Lyric.
I love this part
"Bound to stumble and fall but my strength comes not from man at all"
Rabu, 05 Mei 2010
Gadis Manis
Hai, gadis lucu. Kau terlihat ayu dengan rambut sebahu. Senyummu mematikan otakku. Tawamu membuat waktu cepat berlalu. Gigimu berbaris rapih bagai kawanan domba berbulu. Hai, gadis lucu, sedang apa? Sibuk. Hoo...kita memang sama-sama sibuk, kan? Well, tapi kau tetap lucu. Ceria setiap waktu.
Seribu kali kuusir, seribu satu kali wajah mu menempel di benakku. Entah kenapa semua kata-kata untukmu ini berakhir dengan huruf u, may be it's because im falling for you he he. Maaf jika menyebutmu "lucu", kau boleh merubahnya menjadi "manis" jika mau. Ok, gadis manis, being with you is the moment i never wanna miss.
Seribu kali kuusir, seribu satu kali wajah mu menempel di benakku. Entah kenapa semua kata-kata untukmu ini berakhir dengan huruf u, may be it's because im falling for you he he. Maaf jika menyebutmu "lucu", kau boleh merubahnya menjadi "manis" jika mau. Ok, gadis manis, being with you is the moment i never wanna miss.
Just relax for a while
Yak, sudah cukup lama tidak update blog ini. Sekarang gw sedang sibuk TKA. Woow rasanya otak seperti diremas-remas. Pasalnya Selain TKA selama semester ini kalo dihitung-hitung gw mengerjakan 6 TKA mini (3 UTS, 3UAS). Efeknya lumayan membuat gw tertekan. Tertekan mental dan fisik karena dikejar-kejar deadline. Fiuuuh rasanya pengen lari aja deh cuma gw gak mau. Itu sama aja kayak pengecut. Jadi orang harus berani menghadapi masalah. Semakin sering lari dari masalah semakin sedikit pengalaman lo menyelesaikan masalah.Begitu juga ssebaliknya semakin sering menghadpai masalah dengan lapang dada, semakin jago juga kita meng-handle masalah.
He he tapi terkadang gw suka berpikir ngaco. Ketika sampai tahap gw lagi buntu mencari ide dan rasa takut dikejar deadline muncul, tiba-tiba sebuah kata tercetus di kepala gw "PERANG DUNIA Ke-3". Bawaannya gw seneng banget tuh kalo perang dunia 3 kejadian. Nah jadi kan gw gak harus ngerjain tugas-tugas ini. But Agaiiiiiiiin, itu pikiran bodoh. Pikiran untuk cari pelarian dari masalah.
Oke, gw yakin bisa ngerjain semua tugas ini. Hiaaaaaaattt. lewati ini dengan semangat.
Eh, tapi mengenai PD 3 itu gw kadang berharap kejadian. Kalo sampe perang itu kejadian dan negara kita mengadakan wajib militer, maka gw akan segera daftar jadi pasukan paramedis. Entah kenapa kayaknya gw pengen jadi para medis. Paramedis itu kalo enggak salah adalah pasukan medis yang ikut berperang. Ketika seorang prajurit terluka maka tugas si paramedis ini memberikan pertolongan. Nah, biasanya kalo lagi ketangkep pasukan musuh paramedis gak akan dibunuh. Dia disuruh untuk mengobati anggota musuh yang lagi terluka. Gw sendiri pun gak tau kenpa apunya cita-cita kayak gitu. Mungkin karena dasarnya gw punya hati lembut dan suka menolong kali ya (hahaha Narsis bandit banget).
Yaudah deh sekian dulu gw nulis-nulisnya. Lumayan refreshing juga ya kalo lagi nulis blog. Menulis tanpa batasan, mencurahkan isi hati, lepas semua penat. Sekian dulu. see you again!
Untuk gadis manis yang di sana. Sukses ya TAnya. You are always gonna be my love. No matter what you do to me and think of me. I will always love you. Yeaaaaaaaaahhhhh!!
He he tapi terkadang gw suka berpikir ngaco. Ketika sampai tahap gw lagi buntu mencari ide dan rasa takut dikejar deadline muncul, tiba-tiba sebuah kata tercetus di kepala gw "PERANG DUNIA Ke-3". Bawaannya gw seneng banget tuh kalo perang dunia 3 kejadian. Nah jadi kan gw gak harus ngerjain tugas-tugas ini. But Agaiiiiiiiin, itu pikiran bodoh. Pikiran untuk cari pelarian dari masalah.
Oke, gw yakin bisa ngerjain semua tugas ini. Hiaaaaaaattt. lewati ini dengan semangat.
Eh, tapi mengenai PD 3 itu gw kadang berharap kejadian. Kalo sampe perang itu kejadian dan negara kita mengadakan wajib militer, maka gw akan segera daftar jadi pasukan paramedis. Entah kenapa kayaknya gw pengen jadi para medis. Paramedis itu kalo enggak salah adalah pasukan medis yang ikut berperang. Ketika seorang prajurit terluka maka tugas si paramedis ini memberikan pertolongan. Nah, biasanya kalo lagi ketangkep pasukan musuh paramedis gak akan dibunuh. Dia disuruh untuk mengobati anggota musuh yang lagi terluka. Gw sendiri pun gak tau kenpa apunya cita-cita kayak gitu. Mungkin karena dasarnya gw punya hati lembut dan suka menolong kali ya (hahaha Narsis bandit banget).
Yaudah deh sekian dulu gw nulis-nulisnya. Lumayan refreshing juga ya kalo lagi nulis blog. Menulis tanpa batasan, mencurahkan isi hati, lepas semua penat. Sekian dulu. see you again!
Untuk gadis manis yang di sana. Sukses ya TAnya. You are always gonna be my love. No matter what you do to me and think of me. I will always love you. Yeaaaaaaaaahhhhh!!
Kamis, 19 November 2009
Pengangkatan Sang Ratu 1 (bintang merah)
Akhirnya mereka berempat memasuki Gerbang Andrin. Ketika memasuki Feorena wajah mereka berubah heran. Suasana di dalama Feorena tidak seperti biasanya. Kota ini dipenuhi dengan nuansa warna ungu, warna berkabung di Westervalia. Setiap rumah berlantai dua menggantungkan kain-kain berwarna ungu di bawah jendela mereka. Penduduknya pun mengenakan syal ungu dilingkarkan di leher. Ada juga yang memakai jubah berkerudung berwarna ungu melintas di jalan utama. Segera berbagai tebakan-tebakan muncul di kepala mereka mengenai hal ini.
Tiba-tiba saja mereka dihentikan oleh dua orang penjaga gerbang. “maaf, hari ini selain warga Feorena tidak boleh masuk.” Ujar salah seorang penjaga itu.
“Apa yang terjadi?” Tanya Ernouin.
“Maaf, ini rahasia. Hanya warga Feorena yang diizinkan masuk” jawab penjaga itu lagi.
"Tapi kami juga warga Feorena. Kami dari Akademi kedokteran” balas Ernouin.
“Buktikan, kalau kau dari Feorena” tantang penjaga itu.
Ernouin pun menunjukkan sebuah lencana berlambang cicak di atas daun obat yang ia ambil dari saku jubahnya. Penjaga itu pun memintanya untuk diperiksa. Walau begitu tampaknya kedua penjaga itu tidak mempercayai mereka.
“Boleh kami memeriksa kalian dulu?” ujar penjaga tadi.
“Tentu. Silakan.” Jawab Ernouin.
Kedua penjaga memeriksa tas mereka masing-masing. Lalu salah satu penjaga itu terkejut melihat pedang dan sebuah belati tergantung di pinggang Ernouin. Tiba-tiba terdengar suara pukulan yang keras. Penjaga yang satu lagi terjungkal ke tanah. Mulutnya mengeluarkan darah. Ia pun pingsan. Melihat temannya dipukul hingga pingsan, penjaga yang memeriksa Ernouin pun sontak mengarahkan tombaknya ke arah rombongan itu sambil membentak “Kalian pasti penyusup!”. Penjaga itu pun bersiap menghujamkan tombaknya ke dada Ernouin. Belum sempat tombak itu menembus dada Ernouin, seorang pria menghentikan gagang tombak dengan tanganya. Penjaga itu pun terkejut, perlahan ia menoleh ke pria itu. “komandan” ujarnya.
“Ada apa ini” tanya komandan penjaga ini.
“ Mereka penyusup. Mereka mengaku dari Akademi kedokteran tapi mereka membawa belati dan pedang di pinggang mereka. Selain itu mereka memukul Domus hingga pingsan”
“Ia tidak akan ku pukul jika ia tidak meremas buah dadaku!” kata Narasya membentak.
“Pedang dan belati itu merupakan perlengakapan standar kami” Kata Alasta menimpali.
“Hei, Ravenza. Ada apa ini , kenapa Feorena jadi berwarna ungu seperti ini?” kata Ernouin kepada komandan penjaga itu sambil melambaikan tanganya.
“oh, Ernouin. Ternyata kau.” Jawab komandan penjaga itu. “maaf, atas kekacauan ini. Silakan masuk”.
“Pak, mereka ini penyusup. Kita tidak boleh membiarkan mereka masuk”. Ujar penjaga tadi.
“Sudahlah Remetz, mereka benar-benar dari Akademi kedokteran. Hanya seorang perempuan dari Akademi kedokteran yang bisa membuat Domus pingsan” Jawab Ravenza. “bawa Domus ke pos jaga, baringkan dia sampai sadar sendiri. Walau begitu kau sudah melakukan tugas mu dengan baik, lanjutkan. Dan satu hal lagi, jangan pernah meremas dada perempuan kecuali dia istrimu”.
“Ba..baik pak” jawab Remetz si penjaga .
Rombongan itu pun akhirnya bisa masuk kedalam kota. Alasta heran atas apa yang terjadi hari ini. Jika hari ini Feorena berkabung tentu ada yang meninggal, tapi siapa? Kata Alasta dalam hati. Ravenza mengajak rombongan itu ke sebuah pos lain di dalam kota. Jaraknya tidak jauh dari pos pertama. Hanya beberapa meter sebelum sampai ke pos itu, Ravenza menginstruksikan dengan jarinya ke seorang penjaga untuk membawa empat buah syal berwarna ungu. Si penjaga pun segera membawanya kepada rombongan Alasta dan membagikanya. Alasata pun segera memakai syalnya.
“Raja Gardin terbunuh dua hari yag lalu.” Tiba-tiba Ravenza berkata. Alasta dan yang lain pun terkejut mendengarnya. “jangan bercanda kau Ravenza?” balas Ernouin tak percaya. “aku tidak bercanda” jawabnya serius. “orang-orang dari Endorim pelakunya. Yang mulia di bunuh di kamar tidurnya. Pelayan menemukan beliau bersimbah darah di atas tempat tidurnya. Lehernya digorok secara keji dan hampir putus.” Terdengar suara Ravenza gemetar karena kesal. Ia pantas kesal karena Raja Gardin adalah raja yang baik dan sangat di sayangi oleh seluruh rakyat Westervalia. Kematiannya yang tragis itu pasti membuat orang–orang Westervalia, terlebih orang Feorena, kesal. “Memang bedebah. Orang-orang Endorim itu!” umpat Ravenza sambil mengepalkan tangannya.
“tapi tahu dari mana pembunuhnya adalah orang-orang dari Endorim? Bukankah pelayan menemukan raja ketika ia sudah tewas” Vesia bertanya. Ravenza menoleh ke arah Vesia. “Chov’sika, pisau Chov’sika. Pisau itu terjatuh di dekat jendela dan berlumuran darah. Pisau itu hanya dimiliki orang-orang Endorim. Mereka membunuh raja karena beliau tidak menyetujui Westervalia ,membantu Endorim dalam perang melawan kerajaan Veturia.”
“apa maksudnya?” Tanya Narasya. “seminggu yang lalu. Ada utusan dari orang Endorim datang ke Feorena. Tadinya aku tidak tahu apa maksud kedatangan mereka, tapi setelah beberapa jam berlalu Yang mulia menyampaikan pengumuman bahwa pertemuan tadi adalah pertemuan yang bertujuan untuk membentuk aliansi antara Westervalia dan Endorim dalam perang melawan kerajaan Veturia. Yang mulia menyatakan bahwa Westervalia akan tetap bersikap netral.” Ravenza pun terdiam sesaat. “mungkin karena itulah beliau di bunuh. Mungkin mereka berpikir lebih baik untuk melenyapkan Westevarlia sekalian jika tidak mau diajak aliansi.”
“Benar-benar kerajaan yang menyebalkan” ujar Narasya. “jadi apa yang akan dilakukan kerajaan kita mengenai hal ini?” lanjutnya. “Belum. Keputusannya akan ditentukan malam ini pada acara berkabung. Siapa yang akan menggantikan raja pun akan diputuskan malam ini di lapangan istana.”
“malam ini?” tanya Ernouin. “ya. Pastikan kalian hadir” balas Ravenza. “baiklah, silakan lanjutkan perjalanan kalian ke akademi. Aku akan melanjutkan tugas berjaga. Sampai jumpa nanti malam.”
Ernouin hanya mengganguk dan melambaikan tangannya ke arah Ravenza
Tiba-tiba saja mereka dihentikan oleh dua orang penjaga gerbang. “maaf, hari ini selain warga Feorena tidak boleh masuk.” Ujar salah seorang penjaga itu.
“Apa yang terjadi?” Tanya Ernouin.
“Maaf, ini rahasia. Hanya warga Feorena yang diizinkan masuk” jawab penjaga itu lagi.
"Tapi kami juga warga Feorena. Kami dari Akademi kedokteran” balas Ernouin.
“Buktikan, kalau kau dari Feorena” tantang penjaga itu.
Ernouin pun menunjukkan sebuah lencana berlambang cicak di atas daun obat yang ia ambil dari saku jubahnya. Penjaga itu pun memintanya untuk diperiksa. Walau begitu tampaknya kedua penjaga itu tidak mempercayai mereka.
“Boleh kami memeriksa kalian dulu?” ujar penjaga tadi.
“Tentu. Silakan.” Jawab Ernouin.
Kedua penjaga memeriksa tas mereka masing-masing. Lalu salah satu penjaga itu terkejut melihat pedang dan sebuah belati tergantung di pinggang Ernouin. Tiba-tiba terdengar suara pukulan yang keras. Penjaga yang satu lagi terjungkal ke tanah. Mulutnya mengeluarkan darah. Ia pun pingsan. Melihat temannya dipukul hingga pingsan, penjaga yang memeriksa Ernouin pun sontak mengarahkan tombaknya ke arah rombongan itu sambil membentak “Kalian pasti penyusup!”. Penjaga itu pun bersiap menghujamkan tombaknya ke dada Ernouin. Belum sempat tombak itu menembus dada Ernouin, seorang pria menghentikan gagang tombak dengan tanganya. Penjaga itu pun terkejut, perlahan ia menoleh ke pria itu. “komandan” ujarnya.
“Ada apa ini” tanya komandan penjaga ini.
“ Mereka penyusup. Mereka mengaku dari Akademi kedokteran tapi mereka membawa belati dan pedang di pinggang mereka. Selain itu mereka memukul Domus hingga pingsan”
“Ia tidak akan ku pukul jika ia tidak meremas buah dadaku!” kata Narasya membentak.
“Pedang dan belati itu merupakan perlengakapan standar kami” Kata Alasta menimpali.
“Hei, Ravenza. Ada apa ini , kenapa Feorena jadi berwarna ungu seperti ini?” kata Ernouin kepada komandan penjaga itu sambil melambaikan tanganya.
“oh, Ernouin. Ternyata kau.” Jawab komandan penjaga itu. “maaf, atas kekacauan ini. Silakan masuk”.
“Pak, mereka ini penyusup. Kita tidak boleh membiarkan mereka masuk”. Ujar penjaga tadi.
“Sudahlah Remetz, mereka benar-benar dari Akademi kedokteran. Hanya seorang perempuan dari Akademi kedokteran yang bisa membuat Domus pingsan” Jawab Ravenza. “bawa Domus ke pos jaga, baringkan dia sampai sadar sendiri. Walau begitu kau sudah melakukan tugas mu dengan baik, lanjutkan. Dan satu hal lagi, jangan pernah meremas dada perempuan kecuali dia istrimu”.
“Ba..baik pak” jawab Remetz si penjaga .
Rombongan itu pun akhirnya bisa masuk kedalam kota. Alasta heran atas apa yang terjadi hari ini. Jika hari ini Feorena berkabung tentu ada yang meninggal, tapi siapa? Kata Alasta dalam hati. Ravenza mengajak rombongan itu ke sebuah pos lain di dalam kota. Jaraknya tidak jauh dari pos pertama. Hanya beberapa meter sebelum sampai ke pos itu, Ravenza menginstruksikan dengan jarinya ke seorang penjaga untuk membawa empat buah syal berwarna ungu. Si penjaga pun segera membawanya kepada rombongan Alasta dan membagikanya. Alasata pun segera memakai syalnya.
“Raja Gardin terbunuh dua hari yag lalu.” Tiba-tiba Ravenza berkata. Alasta dan yang lain pun terkejut mendengarnya. “jangan bercanda kau Ravenza?” balas Ernouin tak percaya. “aku tidak bercanda” jawabnya serius. “orang-orang dari Endorim pelakunya. Yang mulia di bunuh di kamar tidurnya. Pelayan menemukan beliau bersimbah darah di atas tempat tidurnya. Lehernya digorok secara keji dan hampir putus.” Terdengar suara Ravenza gemetar karena kesal. Ia pantas kesal karena Raja Gardin adalah raja yang baik dan sangat di sayangi oleh seluruh rakyat Westervalia. Kematiannya yang tragis itu pasti membuat orang–orang Westervalia, terlebih orang Feorena, kesal. “Memang bedebah. Orang-orang Endorim itu!” umpat Ravenza sambil mengepalkan tangannya.
“tapi tahu dari mana pembunuhnya adalah orang-orang dari Endorim? Bukankah pelayan menemukan raja ketika ia sudah tewas” Vesia bertanya. Ravenza menoleh ke arah Vesia. “Chov’sika, pisau Chov’sika. Pisau itu terjatuh di dekat jendela dan berlumuran darah. Pisau itu hanya dimiliki orang-orang Endorim. Mereka membunuh raja karena beliau tidak menyetujui Westervalia ,membantu Endorim dalam perang melawan kerajaan Veturia.”
“apa maksudnya?” Tanya Narasya. “seminggu yang lalu. Ada utusan dari orang Endorim datang ke Feorena. Tadinya aku tidak tahu apa maksud kedatangan mereka, tapi setelah beberapa jam berlalu Yang mulia menyampaikan pengumuman bahwa pertemuan tadi adalah pertemuan yang bertujuan untuk membentuk aliansi antara Westervalia dan Endorim dalam perang melawan kerajaan Veturia. Yang mulia menyatakan bahwa Westervalia akan tetap bersikap netral.” Ravenza pun terdiam sesaat. “mungkin karena itulah beliau di bunuh. Mungkin mereka berpikir lebih baik untuk melenyapkan Westevarlia sekalian jika tidak mau diajak aliansi.”
“Benar-benar kerajaan yang menyebalkan” ujar Narasya. “jadi apa yang akan dilakukan kerajaan kita mengenai hal ini?” lanjutnya. “Belum. Keputusannya akan ditentukan malam ini pada acara berkabung. Siapa yang akan menggantikan raja pun akan diputuskan malam ini di lapangan istana.”
“malam ini?” tanya Ernouin. “ya. Pastikan kalian hadir” balas Ravenza. “baiklah, silakan lanjutkan perjalanan kalian ke akademi. Aku akan melanjutkan tugas berjaga. Sampai jumpa nanti malam.”
Ernouin hanya mengganguk dan melambaikan tangannya ke arah Ravenza
Kiamat
Akhir-akhir ini banyak orang heboh membicarakan kiamat.Takut kalau kiamat akan segera terjadi, tepatnya tahun 2012. Tidak salah lagi ini akibat dari film 2012. Sebuah film yang menceritakan bahwa suku Maya kuno meramalkan hancurnya peradaban manusia pada tahun 2012 karena bencana alam yang dahsyat. Di dalam film tersebut digambarkan bahwa dunia benar-benar mengalami dahsyat. Tanah-tanah terbelah, Lautan menggirimkan Tsunami setinggi 1500 M, gunung berapi memuntahkan lahar dalam jumlah yang gila-gilaan. Singkatnya, dalam film itu manusia mengalami kombo dari bencana-bencana alam yang terjadi serentak.
Nah, sakin hebatnya efek film yang dibuat oleh sutradara Roland Emmerich ini, orang-orang percaya bahwa ketika kiamat keadaanya seperti itu. Banyak orang yang menjadi ngeri, ketakutan, STRESSSS, dan ada juga yang bunuh diri karena gak kuat harus menghadapi keadaan dunia seperti itu atau yang paling lucu buat gw adalah film 2012 itu sampe gak boleh di tonton, "mengganggu keimanan" katanya.
Pendapat gw, kiamat itu bisa datang kapan aja, entah 2012, 2090, 4500, bulan depan, minggu ini, entar malam, atau bahkan ketika gw menekan tombol "." di akhir kalimat ini.
.
..
...
....
......
Fiuuuuh, Amin gak terjadi apa-apa. Tombol "." udah gw pencet tapi gw tetap bisa nulis. Jadi gw akan lanjutkan lagi.
Oke balik lagi ke topik kiamat. Kiamat itu bukan untuk ditakuti tapi memang untuk dihadapi. Sama kayak masa tua. Masa tua itu udah pasti akan datang ke setiap manusia, dan gak akan bisa dihindari, kalu bisa malah dinikmati. Dari zaman batu sampai sekarang, belum ketemu kan obat anti tua. Kalaupun ada itu cuma pencegah kerut di wajah supaya gak kelihatan tua. Tapi...tuanya tetep kan? Nah kiamat juga kayak gitu dia pasti datang dan gak bisa di hindari. Cara bagus untuk bertemu kiamat adalah banyak-banyakin berbuat baik, berpikir positif, atau lakukan segala sesuatu yang lo percaya bisa bikin lo masuk surga. Nah, kalo udah siap-siap kan gak ada yang perlu dikhawatirkan. Nothing to lose. Mati pas kiamat sukur, karena udah yakin masuk surga. Gak mati juga sukur, karena masih hidup. Yak jadi pesan gw adalah, gak usah takut sama kiamat. Tunggu dan hadapi saja.
Nah, sakin hebatnya efek film yang dibuat oleh sutradara Roland Emmerich ini, orang-orang percaya bahwa ketika kiamat keadaanya seperti itu. Banyak orang yang menjadi ngeri, ketakutan, STRESSSS, dan ada juga yang bunuh diri karena gak kuat harus menghadapi keadaan dunia seperti itu atau yang paling lucu buat gw adalah film 2012 itu sampe gak boleh di tonton, "mengganggu keimanan" katanya.
Pendapat gw, kiamat itu bisa datang kapan aja, entah 2012, 2090, 4500, bulan depan, minggu ini, entar malam, atau bahkan ketika gw menekan tombol "." di akhir kalimat ini.
.
..
...
....
......
Fiuuuuh, Amin gak terjadi apa-apa. Tombol "." udah gw pencet tapi gw tetap bisa nulis. Jadi gw akan lanjutkan lagi.
Oke balik lagi ke topik kiamat. Kiamat itu bukan untuk ditakuti tapi memang untuk dihadapi. Sama kayak masa tua. Masa tua itu udah pasti akan datang ke setiap manusia, dan gak akan bisa dihindari, kalu bisa malah dinikmati. Dari zaman batu sampai sekarang, belum ketemu kan obat anti tua. Kalaupun ada itu cuma pencegah kerut di wajah supaya gak kelihatan tua. Tapi...tuanya tetep kan? Nah kiamat juga kayak gitu dia pasti datang dan gak bisa di hindari. Cara bagus untuk bertemu kiamat adalah banyak-banyakin berbuat baik, berpikir positif, atau lakukan segala sesuatu yang lo percaya bisa bikin lo masuk surga. Nah, kalo udah siap-siap kan gak ada yang perlu dikhawatirkan. Nothing to lose. Mati pas kiamat sukur, karena udah yakin masuk surga. Gak mati juga sukur, karena masih hidup. Yak jadi pesan gw adalah, gak usah takut sama kiamat. Tunggu dan hadapi saja.
Langganan:
Postingan (Atom)
